Berita / Artikel

Bankom Pencarian 2 Mahasiswa

rapijatim.or.id – RAPI Surabaya melaksanakan kegiatan bantuan komunikasi (Bankom) pada pencarian 2 mahasiswa yang hilang di Gunung Arjuno. RAPI Surabaya membuka 2 Posko yaitu Posko Utama di POSKO Utama RAPI Kota Surabaya pada Kampus STESIA Surabaya dan di Posko Tretes pada Pos Ijin Pendakian Tretes.

Berikut sekilas berita tentang mahasiswa yang hilang di Gunung Arjuno..

Dua mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (Stiesia) Surabaya dilaporkan hilang di Gunung Kembar II. Gunung itu masuk wilayah pegunungan Arjuno-Welirang, Pasuruan, Jawa Timur.

Dua mahasiswa tersebut berasal dari jurusan manajemen. Yaitu, Alif Hazen, 21, asal Surabaya, dan Dian Meitanti, 18, asal Gresik. Mereka tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Pencinta Alam (Mahapala) Stiesia. Hingga kini upaya pencarian masih dilakukan. Namun, tim SAR gabungan belum menemukan jejak keduanya.

Alif dan Dian dinyatakan hilang sejak Minggu lalu (19/1).

Kampus juga membenarkan berita hilangnya mereka di gunung dengan ketinggian 3.126 mdpl tersebut. “Langsung kami bergerak melakukan pencarian sejak Senin,” jelas Humas Mahapala Stiesia Arif R. Nur.

Selain Alif dan Dian, tim pendaki kecil itu diikuti Budi Utomo, 21. Mereka berangkat pada Jumat malam (17/1) untuk mendaki Gunung Kembar II. Mereka berangkat dari Desa Tunggangan, Cangar, Batu.

Pada hari yang sama, mereka bertemu dengan tujuh anggota Mahapala Stiesia lain yang juga melakukan pendakian. Namun, tujuh orang tersebut sedang mengadakan kegiatan pendidikan resmi di bawah organisasi. “Tujuh orang itu berangkat sejak Rabu malam (15/1),” ujar Arif.

Rombongan tersebut berpisah pada keesokannya. Tujuh mahasiswa tersebut turun ke Pos Daan. Sementara itu, Alif, Dian, dan Budi tetap mendaki hingga puncak Gunung Kembar II walaupun saat itu cuaca buruk.

Di tengah perjalanan, Budi memilih tinggal di Lembah Sabana. Pos itu berjarak setengah jam dari puncak Gunung Kembar II. Dia memilih menunggu dan menjaga barang serta perbekalan yang ditinggalkan Alif dan Dian. Alif dan Dian pun melanjutkan pendakian tanpa membawa makanan dan alas tidur. Mereka hanya membawa kamera DSLR, pakaian yang melekat di badan, dan korek api. Mereka berdua dikabarkan tidak melewati jalur umum pendakian.

Karena merasa janggal kedua temannya tidak kunjung turun hingga sore, Budi lalu turun menuju pos pendakian pertama di Daan. Kepada petugas dia melaporkan bahwa dua temannya itu hilang. Selanjutnya, upaya pencarian dilakukan petugas Taman Hutan Raya R. Soeryo sejak Senin (20/1). (kus/nw)

Sumber :

1. Facebook RAPI Surabaya..

2. http://berita.plasa.msn.com/nasional/jpnn/dua-mahasiswa-hilang-di-gunung-arjuno

3 Comments

  1. Djoko H.

    Lho infonya yang benar yang mana ?

    Kebanyakan berita mengatakan Budi tidak ikut mendaki gunung kembar II karena cuaca burul. Ia memutuskan berhenti di sabana dan menunggu Alif & Dian turun dari puncak gunung kembar II.

    Tapi berita anda diatas mengatakan hal yang berbeda yaitu ….. Sementara itu, Alif, Dian, dan Budi tetap MENDAKI HINGGA PUNCAK GUNUNG KEMBAR II walaupun saat itu cuaca buruk.

    Jadi yang satu mengatakan bahwa …. Budi belum mencapai puncak G. Kembar II ….. tapi berita anda mengatakan bahwa Budi sudah mencapai puncak G. Kembar II.

    Djoko H.
    Anggota dan ( salah satu ) pendiri organisasi pendaki gunung AMC-1969 Malang , NPA No. A-008

  2. Taufik Rachman

    Selamat bertugas rekan2 semua, tetap semangat selalu berdoa dan berusaha semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu memberikan perlindungan dan bimbingan kepada kita semua, khususnya kepada rekan2 yang sedang bertugas, Amiin
    Salam 51 – 55 / JZ 13 PJK – Bravo RAPI Jatim

  3. Hanif

    Salam 51-55 untuk teman-teman semua. Salut untuk rekan-rekan di regional 13. Tetap jaga kondisi dan selalu memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

    Salam,
    Hanif ( JZ 30 TNF )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *